Friday, November 30, 2018

Cara Mengatasi Stress Cepat dan Mudah

Welcome back my readers, setelah 2 bulan tidak posting saya akan posting sesuatu yang sedikit membantu, semoga ya!

Akhir-akhir ini twitter jadi ramai lagi, tentunya cuitan macem-macem juga ramai lagi, dan atau kebetulan juga sering nemuin cuitan-cuitan pada galau, banyak pikiran atau hanya sekedar posting aja mungkin, tapi liat kondisi yang sepertinya pernah ku alami tidak salahnya posting biar sama-sama pikiran kita sehat, isn't true??

Saturday, October 20, 2018

Waktu Itu


Pada waktu
Yang menyuguhkan malam dengan secangkir kopi
Bercanda dengan langit malam yang mulai menunjukkan gemerlap cahaya kecil diatas
Bercerita dansa dengan lagu-lagu lama
Menghadirkan banyak sosok yang telah banyak menemani malam ini 
Yang menginspirasi
Yang memarahi
Yang menyayangi
Yang membenci
Yang mencintai
Yang banyak lagi dan rasanya semua sudah mulai pergi
Meninggalkan kota saat kita bersama-sama 

Untuk waktu
Yang kala itu sang fajar mulai meghilang dan menyusul pagi
Jangan kembali untuk mengenang yang tak pernah datang lagi
Karna saat bangkit dan bergerak lagi
Rasanya semua sudah hilang bersama malam
Adanya hanya pagi untuk bersemi dan mulai bersemangat lagi
Yang kala itu senja mulai datang dan segera berganti malam
Apa kabar dengan serangkaian seharian ini
Masih baik kah dari pagi yang mau kembali pagi
Pastinya hari yang begitu dinikmati
Begitu dikagumi
Dan tentunya begitu indah untuk dirindui

Bersama waktu
Dari kota antara solo dan jogja
Klatenku yang menyimpan segudang keindahan 
Yang tak akan pernah ku tinggalkan
Rumah untuk kembali pulang
Disaat sedih maupun senang
Solo, kota ku singgahi hampir 3 tahun dengan kesopanan
Kota untuk hiruk pikuk sejumlah kegiatan
Yang pernah ku lalui dengan keseriusan, canda, tawa dan sibuknya
Jogja,
Kota yang penuh keramahan dan daerah istimewanya
Tempat dimana nasib tidak ku adu, tapi nasib ku kayuh
Kota dimana tempat menabung masa depanku
Lebih dari itu
Yang paling istimewa
Adalah Jalan Solo Jogja
Jalan saksi bisu tentang segala perjalanan
Dari mulai ambil gambar sang terbit hingga senja
Tempat tepi terindah untuk menyandarkan kantuk yang ku rasa
Dari batas tugu kartasura hingga tugu jogja
Begitu istimewanya

Kepada waktu
Bolehkah kau memberiku sedikit darimu untuk ku merindu
Atau boleh juga sebagian darimu untuk ku bertemu
Dengan banyak orang spesial yang pernah melintasi hidupku
Yang kini mereka mulai mengambil waktunya sendiri-sendiri
Mengambil nasib di kota peraduannya
Kalopun tidak kau ijinkan
Berikan sedikit waktumu itu 
Untuk mereka menerima salamku 
Salam rindu
Terutama pada mereka yang sudah lama tak ku sapa, tak bertemu
Karna ada banyak dari mereka yang kurasa aku tidak tau

Dan waktu
Di penghujung ini, aku masih suka dari bagianmu 
Merindu yang tlah berlalu
Dan mengharap masa depan yang tak pernah ku tau
Waktu
Tolong, sampaikan itu, agar ku tak lama menunggu.

Nothing

Postingan yang tidak ada apa-apanya, sudah seperti judulnya ya readers :D
Sudah lama sekali tidak ketik mengetik ya, rasanya rindu baca postingan sendiri heuu
Boleh lagi untuk cerita bercerita after a long time don't share about all of thing haha

Wednesday, May 9, 2018

Selamat Datang Kembali

Sekian hari sekian bulan tanpa menjenguk papan online yang sudah ngangkring ingin ditulis
Akhirnya tangan dan jemari ini pengen lagi bercerita
Banyak sekali langit gelap hingga terang yang telah dilalui
Dan akhir akhir ini rasanya ingin flashback banget
Tidak menyangka usia makin kesini makin akan dewasa
Usia yang gak mungkin seperti belasan tahun
Sudah beda pembahasannya
Jika dulu sering rindu merindu yang tidak jelas, kini saatnya mulai rindu yang nyata saja
Jika dulu cuma mikir bagaimana semua diselesaikan bersama, kini mulai ada bberapa bagian harus diselesaikan mandiri
Jika dulu cuma mikir seneng-seneng buat beberapa bulan ke depan, kini mulai mikir bagaimana bertahan untuk beberapa tahun kedepan
Jika dulu masih sering tanya-tanya saatnya kini perlahan memberi jawaban keputusan
Jika kemarin masih suka meminta kini gantian mulai memberi
Jika kemarin aku yang berjuang sendiri, sekarang masih tetap saja, lebih malah
Wkwkwk
Jika dulu sering banget encer nulis kata puitis, maka ingin rasanya harus lebih memperdalam wkkw
Terlalu banyak lika liku yang sudah terlampaui 22 tahun lebih ini
Tentang tangis metamorfosis akhir-akhir ini sampai puncak jaya di usia remaja 💙
Masa-masa peralihan dari punya temen-temen terbaik hingga kini punya temen kerja
Ya berjuang memang seindah ini
Lika liku berproses dari tidak nyaman ke nyaman hingga ke tidak nyaman lagi agar kembali nyaman
Berproses semenarik ini ternyata
Lalu?
Apa kabar dengan hati?
Masih sama. Bedanya akan lebih rasional dengan siapa yang akan menemani proses ini kelak
Biarkan Kuasa Yang Di Atas yang menentukan dengan orang lama atau kelak dengan orang baru
Kini
Proses proses penstabilan diri mulai dibenahi
Namun tanpa menghilangkan esensi diri
Biarkan jalan ini ditapaki perlahan dulu, tidak akan pernah ku lupa jejak jejak masa lalu yang pernah ku lalui itu
Perjalanan ini memang luar biasa
Setiap orang punya cerita
Begitupun denganku denganmu dengan kita
Punya jalan cerita sendiri
Kelak kita menuju masing masing jalan pendewasaan yang berbeda pula
Saling berjuang, saling menguatkan
Jika semakin dewasa para pembacaku merasa risih membaca tulisan tulisan ini
Maafkan, aku akan menulis jika itu memang perlu dan akunya mau 😆

Selamat malam pembaca tanpa diketahui nama, rindulah hal yang nyata, jika rindumu hanya berpihak di satu sisi, maka bersabarlah dalam hati 😆

Thursday, January 11, 2018

Dari ku yang Menulis Tentang Kamu


Jika ada waktu untuk berakhir
Aku akan mengakhirinya dalam tenggelamnya senja
Hari sudah terlalu petang untuk ku mulai menulis lagi
Sudah terlampaui hari panjang untuk menulis
Dari terbitnya matahari hingga kini terbenamnya di sore hari
Bukan untuk berhenti berkarya menyajakkan kata
Tapi tentang tulisan yang kini kian sedikit yang membaca
Bukan untuk berhenti untuk meliukkan hati melow
Tapi tentang rasa yang semakin galau
Tentang sajak-sajak yang ditinggalkan pembaca
Dalam kurun waktu yang akan begitu lama bahkan selamanya
Sudah kualami begitu semangatnya saat pagi hari
Hingga kerasnya berjuang di siang bolong
Sampai ketenangan saat sore hari
Hingga semakin gelapnya rasa disaat petang menuju malam
Hati ini terlalu kecil untuk mengikat hati pembaca
Yang semakin jauh jaraknya
Karya yang sama sekali tiada menariknya
Terima kasih untuk segala rasa bahagia pernah dipertemukan saat pagi
Tentang semangat pernah beradu asa saat siang hari
Hingga ketulusan untuk melepaskan waktu saat senja berakhir
Kerinduan dan harapan ini akan terselesaikan
Karna waktu telah datang
Untuk kita saling melepaskan
Tulisan yang tak kan pernah memanggilku
Dan aku yang tak akan pernah mudah lagi menulis sesuatu
Terima kasih untuk waktu-waktunya yang mengajarkanku menulis berbagai kata
Biarkan petangnya senja yang akan menutup segala cerita dalam berbagai tulisan
Selamat malam 💙


Dari ku yang menulis tentang kamu-

Sunday, December 3, 2017

Puisi Anam Khoirul Anam

Hikayat Suatu Musim


Tentang gurun gurun yang sering kau kisahkan,
tentang badai atau tentang pohon-pohon kering ludes dilahap musim kemarau
yang sedemikian bengis mengikis dedaunan atau rentang musafir yang tersesat
di belantara tandus atau bahkan tentang jejak-jejak pasir yang tersaput semilir angin di kala kita terdampar di bawah semesta

Saturday, November 25, 2017

Tuesday, November 21, 2017

Tiang Lampu Di Bulan November

Tiang lampu
          Saksi bisu sore itu ku menunggu
          Matahari yang akan segera membelenggu
          Jadi senja sendu
Tiang lampu
          Penegak penerangan
          Saat tiada lagi bintang bersinar kala malam
          Yang mampu beri cahaya sekaligus kehangatan
Tiang lampu
          Bagai tubuh tegap tempatku bersandar
          Saat tiada lagi alasan
          Untuk tetap bisa pulang
Tiang lampu
          Seperti sosok abadi yang berdiri
          Saat ku bawa payung sendiri
          Ditengah gerimis berhari-hari
Tiang lampu
          Ketahananmu menahan godaan
          Dari badai, panas, dingin, dan hujan
          Tak pernah diragukan
          Sudah cukup buktikan kau penuh kekuatan dan keikhlasan
Di bulan november
          Senja-senja indah mulai tercipta
          Di penghujung tahun yang penuh cinta
          Namun butuh kesabaran tiada tara
          Menunggu kepastian yang ada
Di bulan november
          Hujan-hujan mulai berdatangan
          Rintikannya yang keras menampar kedewasaan
          Untuk tetap bertahan dalam segala keadaan
          Menerpa, menerjang keterbatasan

Tiang lampu di bulan november
Izinkan aku menumpang disampingmu saat ku sedang mencari masa depan sebelum aku pulang.

Monday, November 13, 2017

Kopi Malam Ini

Malam ini ku seduh kembali kopi hitam
Rasanya masih tetap dan tidak akan pernah pudar
Namun aku begitu canggung untuk memfilosofikan hal yang telah lama menghilang
Kopi malam ini begitu sederhana dan biasa saja
Ditemani rintik hujan yang menjelma jadi bisikan-bisikan
Bisikan tentang kenangan dan sepanjang perjalanan
Aroma kopi kali ini membuat pikiran semakin melayang
Aku masih ingat betul bagaimana sosok-sosok yang pernah mendampingi kehidupan
Dari keluarga, sahabat, kawan, hingga partner berbagai golongan
Sudahkah aku memberikan kebaikan?
Pada mereka yang selalu ku repotkan dan selalu ku mintai bantuan hingga bantuan perasaan
Sudahkah aku mengucapkan rasa terima kasih?
Pada mereka yang selalu memberikanku banyak motivasi dan inspirasi
Pernahkah aku berucap kata maaf yang begitu dalam?
Pada mereka yang sering ku buat kesal
Dengan segala tingkahku yang begitu menyebalkan

Dan pahitnya kopi ini membukakan kenangan saat-saat aku begitu rapuh
Manusia dengan hati yang akan diguncangkan dan hati yang tidak teguh
Tentang tamparan-tamparan saat ku berjalan menyusuri perjalanan
Hingga ku merangkak lagi sampai ku kembali dan berlari
Bukan karna salah siapa, tapi tentang permasalahan yang memang ada untuk menguji ketangguhan hati
Dan manisnya kopi mengungkap kisah-kisah indah membuat perasaan bungah
Tentang kekeluargaan yang menghangatkan
Tentang kebersamaan yang pernah dikompakkan
Tentang keromantisan yang pernah menggelikan
Tentang kebahagiaan yang pernah diciptakan
Indah bukan?
Dan panasnya kopi yang melegakan tenggorokan
Seperti menghilangkan rasa yang tak pernah tergambarkan
Yang meyakinkan bahwa keraguan akan cerahnya perjalanan yang masih panjang ini perlu ditinggalkan

Campuran kopi, gula, susu, cream, air panas, dan secangkirnya
Sudah seperti cerita
Entah dengan yang datang sesaat atau yang setia
Bersama kalian hidup ini terasa sempurna
Tentang kopi dan seisinya
Yang suka atau tidak suka meminumnya
Meskipun aku akan selalu bertambah usia
Bagaimana kita kembali mengulang cerita?
Maukah merajut bersama lebih lama?
Atau kita awali dengan cerita yang lebih menggoda

Kopi malam ini, tak seenak barista yang membuatnya.

Saturday, November 11, 2017

When November Rain

Apabila dipertemukan dengan november kembali
Bagaimana saat bertemu hujan lagi
Dan aku akan lebih tidak mengerti
Ini november dan penuh hujan
Lalu aku harus berbuat apa
Lamanya aku tak pernah mencoba 
Apalagi untuk sekedar menulisnya
Harapku kau akan tetap menikmatinya
Bilamana kaupun masih tidak memahami
Rasa demi rasa tulisan ini
Itu berarti sudah berkurangnya rasa peduli
Lihat november dan hujan
Itu sama artinya dengan melihat kembali kenangan
Aku sudah tidak, pun kamu juga melupakan
November dengan penuh hujan tak meredakan
Tapi ini benar-benar dipertemukan
Oh this is shit, aku kini selalu gagal menuliskan

Friday, November 10, 2017

Tips Cuci Tangan Yang Benar

Di zaman now ini udah gak heran semua orang pegang gadget, dan itulah salah satu tempat berkumpulnya banyak kuman, dan enggak bisa dipungkiri kadang kita langsung makan makanan tanpa cuci tangan terlebih dahulu pas kita sedang ena enanya video call ataupun personal chat bareng doi sedangkan tangan masih pegang gadget.

Kenapa sih penting banget cuci tangan?? 
Yap, udah jelas buat ngebersihin kuman-kuman di tangan kita, selain itu cuci tangan dapat memutus jalur penyebaran suatu penyakit, karna banyak banget penyakit diakibatkan infeksi salah satunya karna jarang cuci tangan, kita gak pernah tau apakah tangan-tangan kita terdapat bakteri atau virus penyebab penyakit atau tidak kan? Nhah sebelum virus/bakteri masuk tubuh kita lewat tangan, maka dari itu pentingnya cuci tangan. 

Wednesday, October 11, 2017

Tips Mengatasi Diare

Hallo readers
Pernah mengalami diare? Apalagi bagi kalian anak remaja, mahasiswa, atau yang sering kost habis jajan sembarang dan gak beraturan pernah merasakan yang namanya diare?
Apasih sebenarnya diare itu?
Okay menurut Lestari (2014) diare adalah buang air besar yang sering dan encer. Sedangkan menurut Prasetyono (2013) ada beberapa tanda dan gejala diare yaitu BAB lebih sering, konsistensi bisa encer bahkan encer sekali, atau masih ada ampasnya wkwk, bisa juga disertai nyeri perut (mules), badan lemas, berkeringat dan lain-lain.
Kenapa sih kok gak boleh disepelekan si diare ini? Karena saat diare tubuh kehilangan banyak cairan sehingga bisa terjadi dehidrasi, kalo dehidrasi gak segera ditangani maka bisa sampai ke arah syok hipovolemik, sehingga lagi, saat hilang cairan, darah akan mengental, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, apalagi ke otak dan jantung berkurang maka bisa sampai kehilangan kesadaran dan lebih parahnya yaitu kematian.
Jadi jika sudah merasakan diare dan sampai lemas disertai mual muntah, berkeringat, bibir pucat kering, turgor kulit buruk, konjungtiva anemis (pucat), langsung deh kalian wajib buat berobat untuk mendapatkan penanganan medis.