Sajak itu menghilang beserta sampulnya, dia juga menghilang, senja meninggalkan sajak-sajak yang telah terikat.
Kini, aku coba beranjak dalam kegelapan, sunyi dan masih saja memaksakan diri untuk melewati kegilaan ini,
aku harus memaksakan mengenal dunia, mengorbankan waktu demi orang-orang yang sebenarnya tak pernah hormati dunia,
mencoba menyusuri jalan terang menuju masa depan, kehidupan yang indah, pelangi yang megah, langit yang cerah, hanya aku dan keluarga dalam sebuah kota bersenja, tak ada kawan lama yang hanya sesaat, tak ada romantika yang hanya memandang rupa nan harta, tenang, sunyi, canda bahagia, dan masih bersamamu senja menuju kegelapan :)

No comments:
Post a Comment